Pernah camp disini sama siapa? Di balik keindahan alamnya yg mempesona ternyata gunung juga menyimpan segudang cerita mistis. Seolah gunung telah dibungkus satu paket bersama makhluk astralnya. Jika kita bicara gunung dgn mitos makhluk halusnya, maka pembicaraan tentang Gn. Slamet, tidak mungkin kita lewatkan. Pos 4 atau yg dinamai pos Samarantu yg paling kental aroma mistisnya. Pos buat beristirahat ini akan ditemui oleh pendaki yg melewati jalur Bambangan. Konon pos Samarantu ini diambil dari kata samar dan hantu. Hal ini pun dibenarkan oleh seorang ranger Gn. Slamet, Agus. Seorang pedagang kopi di pos 3, Rudi pun mengungkapkan hal yg sama. Kalau bisa, saat melewati pos 4 nanti, langsung terus jalan saja sampai pos 5 dan jgn lupa ucapkan salam, ungkapnya. Pos Samarantu ini ditandai dgn dua pohon besar yg sejajar menyerupai pintu. Pintu itu dipercaya sebagai pintu masuk juga bagi kerajaan makhluk astral. Tak jarang makhluk ini menunjukan wujudnya yg samar samar. Tak sampai disitu, beb...
Misting atau tempat makan jatah TNI. Cocok bagi anda yang sering mendaki gunung atau pun kegiatan alam bebas lainnya terdiri dari 3 wadah rantang alluminium persegi panjang tebal dibanding biasanya full alluminium Standar TNI AD untuk dinas lapangan Nesting dan alat masak dengan bahan aluminum paling kuat dan paling tebal. Sangat durable dan dapat diandalkan. Masak saat hiking sekarang lebih mudah, dengan ukuran yang minimalis dan enteng. Fungsi : - Alat Wadah Masak (untuk kegiatan Outdoor) - Wadah Makanan Bahan : - Full Alluminium - Wadah Kain Tebal Standard TNI. Ukran : - 1 Unit Ukuran 17x11,5x9cm (PxLxT) - 1 Unit Ukuran 18,5x13,5x7,5cm (PxLxT) - 1 Unit Ukuran 19x14x5cm (PxLxT) Pilihan warna wadah : Hitam & Hijau (Hitam Kosong) Harga. Rp. 200.000,- Informasi Dan Pemesanan Langsung Kontak SMS/WA. 0812 9595 4881 Bisa Juga Transaksi Via Tokopedia , Bukalapak Dan Shopee, Silakan Klik Link Berikut: https://www.tokopedia.com/kkboutdoor...
Atta Halilintar baru-baru ini menuai hujatan di media sosial setelah Aurel Hermansyah mengunggah foto memegang bunga edelweis di Gn. Bromo sontak ramai jadi perbincangan di kalangan para pencinta gunung. Tudingan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah 'usil' memetik bunga edelweis sembarangan pun bertebaran. Bunga edelweis sejatinya tak boleh dipetik karena tumbuh di kawasan taman nasional. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018. Perlu diketahui, edelweiss Bromo biasanya adalah bunga hasil budidaya masyarakat bromo dan diperjual belikan. Beberapa tahun belakangan ini, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengembangkan program budidaya edelweis. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada pengunjung/pendaki yang memilih untuk mengambil dari kawasan nasional, melainkan dapat membeli dari hasil budidaya masyarakat setempat. Di Brom...
Komentar
Posting Komentar